Dasar-dasar Manajemen Konten dengan Wordpress
  14 Februari 2020

Dasar-dasar Manajemen Konten dengan Wordpress

Mengelola konten web dengan Wordpress boleh jadi membuat kita lebih kreatif. Ya, Content Management System (CMS) ini memang punya banyak fitur, dan itu artinya memudahkan orang untuk berkreasi. Tapi hal sebaliknya juga terjadi, lho. Pada sebagian orang, kreasi malah terhambat --bahkan mungkin terhenti sama sekali-- gara-gara banyaknya fitur tersebut.

Mereka mengeluh lantaran harus mempelajari banyak hal, padahal yang dibutuhkan cuma sedikit. "Kami ingin segera mencetuskan karya, bukan menghabiskan waktu untuk hal-hal seperti ini," ucap mereka. 

Anda termasuk yang mengeluh semacam itu? Juga menuding kuantitas fitur sebagai kambing hitam? 

Baiklah. Entah hanya mengeluh atau mengeluh plus memelihara kambing hitam, Anda akan kami ajak memahami fitur-fitur dasar pada CMS terpopuler sejagat ini. Ya, itu solusi yang kami tawarkan. Fitur-fitur dasar, bukan yang lain. Itu dulu awalnya. Nanti, kalau level dasar sudah kita kuasai, level berikutnya lebih gampang dipelajari.

Panel Admin atau Dasbor

Seperti CMS pada umumnya, Wordpress memiliki dua bagian besar. Pertama, front-end , yaitu tampilan web yang terlihat oleh pengunjung. Kedua, front-end, yakni bagian yang menangani pengelolaan konten oleh admin atau orang yang diberi wewenang untuk itu.

Bagian back-end di Wordpress sering disebut panel admin atau dasbor. Bagian ini bisa dimasuki melalui browser dengan mengetikkan alamatdomain/wp-admin (misal domainsaya.com/wp-admin). Bisa juga masuk melalui aplikasi (Android, iOS). Baik melalui browser maupun aplikasi, Anda harus mengisikan username dan password yang benar.

Setelah berhasil login, banyak hal bisa Anda lakukan. Membuat atau mengedit post baru, misalnya. Bisa juga melakukan pengaturan terhadap: kategori, menu, tag, komentar, general settinguser (administrator, editor, author, contributor, subscriber), page, media (image, audio, video), widget, plugin, tema tampilan, dan lain-lain.